Mata Kuliah : Penyehatan Makanan Minuman-A (PMM-A)
Dosen Pembimbing : Khiki Purnawati Kasim, S.St.,M.Kes
LOPRAN
PEMERIKSAAN TIMBAL DAN ARSEN
PADA UBI GORENG DAN UNDANG

OLEH :
NAMA : RUSNI
NIM : PO.71.4.221.15.1.078
TINGKAT : II.B
SEMESTER : IV(EMPAT)
PEMERIKSAAN TIMBAL (PB)
A. Dasar teori Timbal (Pb)
Logam merupakan kelompok toksikan yang unik. Logam dapat ditemukan dan menetap di alam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh fisika kimia, biologis atau akibat aktivitas manusia. Toksisitasnya dapat berubah drastis apabila bentuk kimianya berubah. Umumnya logam bermanfaat bagi manusia karena pengggunaannya di bidang industri, pertanian atau kedokteran. Sebagian merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimia atau faali. Dilain pihak, logam dapat berbahaya bagi kesehatan bila terdapat dalam makanan, air atau udara (Darmono,2001).
Logam-logam tertentu sangat berbahaya apabila ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi dalam lingkungan, karena logam tersebut mempunyai sifat yang merusak jaringan tubuh mahluk hidup, diantaranya logam Pb (timbal).
Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturnus. Timbal alami, walau ada jarang ditemukan di bumi.
Timbal atau yang kita kenal sehari-hari dengan timah hitam dan dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan kata Plumbum dan logam ini disimpulkan dengan timbal (Pb). Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IV–A pada tabel periodik unsur kimia. Mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan bobot atau berat (BA) 207,2 adalah suatu logam berat berwarna kelabu kebiruan dan lunak dengan titik leleh 327°C dan titik didih 1.620°C. Pada suhu 550-600°C. Timbal (Pb) menguap dan membentuk oksigen dalam udara membentuk timbal oksida. Bentuk oksidasi yang paling umum adalah timbal (II). Walaupun bersifat lunak dan lentur, timbal (Pb) sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, sulit larut dalam air dingin, air panas dan air asam. Timbal (Pb) dapat larut dalam asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat.
B. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan timbal dalam ubi goreng yang di jual di pinggirann jalan. Dijalan banta-bantaeng samping kanal.
C. Alat dan bahan
1. Alat
a) Beaker Glass
b) Neraca Digital
c) Alumunium
d) Mortal Dan Pastle
e) Glass Ukur 5 ml
f) Spectroquant Nova 60
g) Erlenmeyer
2. Bahan
a) Ubi goreng
b) Aquadest
c) Regen pb
D. Prosedur kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Timbang ubi goreng dengan dialasi alumunium sebanyak 25 gram
3. Masukkanm ubi goreng kedalam baeker glass
4. Tumbuk ubi goreng kedalam mortal menggunkan pastle hingga halus dan tamabahkan aquadest
5. Aduk sampel ubi gorenng sampai rata
6. Masukkan sampel ubi goreng pada baeker glass sebanyak 50 ml
7. Masukkan sampel ubi goreng kedalam ukur sebanyak 5 ml
8. Tamabahkan reagen pb sebanyak 3 tetes
9. Masukkan sampel pada spectroquant nova 60
10. Baca hasil.
E. Hasil
Pengambilan sampel
Sampel : ubi goreng
Jenis pemeriksaan : timbal (pb)
Tanggal : 04 April 2017
Pukul : 09 : 08 WITA
Tempat : JL. Inspeksi kanal banta bantaeng Makassar
Pemeriksaan sampel
Jenis pemeriksaan : pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng
Tanggal pemeriksaan : 4 April 2017
Pukul : 09:49 WITA
Tempat pemerisksaan : pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
Hasil pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng
Pb = 1,095 × 2
= 2,19 mg/l
F. Hasil Analisa
Pemeriksaan kadar tombal (pb) pada ubi goreng yang sapelnya di ambil di JL. Inspeksi kanal banta bantaeng Makassar. Pada meriksaan tersebut didapat kan kadar timbal sebanyak 2,19 mg/l. dengan metode spectroquant nova dengan pengenceran sebanyak 2 kali. Adanya timbal pada ubi goreng disebabkan oleh beberapa faktor seperti tempat penjualan ubi goreng yang dipinggir jalan, adanya asap kendaraan ataupun debu yang berterbangan, tempat produksi yang kotor dan minyak yang digunakan berulang kali. Faktor tersebut menimbulkan kadar timbal yang tinggi pada ubi goreng .
G. kesimpulan
pada praktikum pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng dengan menggunakan metode spectroquant nova di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan tanggal 4 April 2017 kadar timbal yang di temukan dengan 2 kali pengenceran sebanyak 2,19 mg/l.
PEMERIKSAAN ARSEN (As)
A. dasar teori Arsen (As)
Arsen, arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida,herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy.Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yang berbau seperti bau bawang putih. Arsenik dan beberapa senyawa arsenik juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik, dengan berat jenis 1,97 dan 5,73.Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia Zarnik yang berarti "orpimen kuning". Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh, dan gejala keracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh, tes kimia sensitif untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun. Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat campuran tersebut lebih keras.Warangan, yang sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan utama arsen. Arsen membangkitkan penampilanpamor keris dengan mempertegas kontras pada pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi elemen ini di tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.
B. Tujuan
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan arsen dalam udang yang dijual di pasar terong.
C. Alat Dan Bahan
1. Alat
a) Baeker glass
b) Erlenmeyer
c) Glass ukur 5 ml
d) Kertas arsenic test
e) Botol arsenates
f) Neraca digital
g) Mortal dan pastle
2. Bahan
a) Udang
b) Reagen 1
c) Reagen 2
d) aquadest
D. Cara kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Timbang udang dengan dialasi alumunium sebanyak 25 gram
3. Masukkanm udang kedalam baeker glass
4. Tumbuk udang kedalam mortal menggunakan pastle hingga halus dan tamabahkan aquadest
5. Aduk sampel udang yang telah dihaluskan sampai rata
6. Masukkan sampel ubi goreng pada baeker glass sebanyak 50 ml
7. Masukkan sampel udang kedalam ukur sebanyak 5 ml
8. Massukkan sampel udang kedalam kedalam botol arsenates
9. Masukkan reagen 1 dan reagen 2 kedalam botol arsenates yang berisi sampel, kemudian homogenkan
10. Masukkan kertas arsenic test kedalam botol arsenates dan tunggu selama 20 menit
11. Baca hasil, jika kertas arsenic test tdk menglami perubhan warna celupkan kedalam aquadest.
E. Hasil
Pengambilan sampel
Sampel : udang
Tanggal : 03 April 2017
Pukul : 18 : 08 WITA
Tempat : Pasar Terong
Pemeriksaan sampel
Jenis pemeriksaan : pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang
Tanggal pemeriksaan : 4 April 2017
Pukul : 09:49 WITA
Tempat pemerisksaan : pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
F. Analisa Hasil
Pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan. Pada Tidak temukan atau nilai arsen 0 (nol) kandunngan arsen dalam udang sehingga sampel yang didapatkan disalah satu pedagan undang tersebut udang yang sebagai sampel aman untuk di komsusmsi. Walau begitu tidak memungkinkan adanya kandugan arsen dalam udang karena adanya pencemaran lingkungan oleh arsen.
G. Kesimpulan
Pemeriksaan kadar Arsen (As) dengan menggunakan metode Kertas arsenic test denga tamabahan reagen 1 dan reagen 2 atau regen bubuk dan kristal pada sampel udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan. Pada Tidak temukan atau nilai arsen 0 (nol).
Dosen Pembimbing : Khiki Purnawati Kasim, S.St.,M.Kes
LOPRAN
PEMERIKSAAN TIMBAL DAN ARSEN
PADA UBI GORENG DAN UNDANG

OLEH :
NAMA : RUSNI
NIM : PO.71.4.221.15.1.078
TINGKAT : II.B
SEMESTER : IV(EMPAT)
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI D-IV
2017
PEMERIKSAAN TIMBAL (PB)
A. Dasar teori Timbal (Pb)
Logam merupakan kelompok toksikan yang unik. Logam dapat ditemukan dan menetap di alam, tetapi bentuk kimianya dapat berubah akibat pengaruh fisika kimia, biologis atau akibat aktivitas manusia. Toksisitasnya dapat berubah drastis apabila bentuk kimianya berubah. Umumnya logam bermanfaat bagi manusia karena pengggunaannya di bidang industri, pertanian atau kedokteran. Sebagian merupakan unsur penting karena dibutuhkan dalam berbagai fungsi biokimia atau faali. Dilain pihak, logam dapat berbahaya bagi kesehatan bila terdapat dalam makanan, air atau udara (Darmono,2001).
Logam-logam tertentu sangat berbahaya apabila ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi dalam lingkungan, karena logam tersebut mempunyai sifat yang merusak jaringan tubuh mahluk hidup, diantaranya logam Pb (timbal).
Logam timbal telah dipergunakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu (sekitar 6400 SM) hal ini disebabkan logam timbal terdapat diberbagai belahan bumi, selain itu timbal mudah di ekstraksi dan mudah dikelola. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturnus. Timbal alami, walau ada jarang ditemukan di bumi.
Timbal atau yang kita kenal sehari-hari dengan timah hitam dan dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan kata Plumbum dan logam ini disimpulkan dengan timbal (Pb). Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IV–A pada tabel periodik unsur kimia. Mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan bobot atau berat (BA) 207,2 adalah suatu logam berat berwarna kelabu kebiruan dan lunak dengan titik leleh 327°C dan titik didih 1.620°C. Pada suhu 550-600°C. Timbal (Pb) menguap dan membentuk oksigen dalam udara membentuk timbal oksida. Bentuk oksidasi yang paling umum adalah timbal (II). Walaupun bersifat lunak dan lentur, timbal (Pb) sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, sulit larut dalam air dingin, air panas dan air asam. Timbal (Pb) dapat larut dalam asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat.
B. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan timbal dalam ubi goreng yang di jual di pinggirann jalan. Dijalan banta-bantaeng samping kanal.
C. Alat dan bahan
1. Alat
a) Beaker Glass
b) Neraca Digital
c) Alumunium
d) Mortal Dan Pastle
e) Glass Ukur 5 ml
f) Spectroquant Nova 60
g) Erlenmeyer
2. Bahan
a) Ubi goreng
b) Aquadest
c) Regen pb
D. Prosedur kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Timbang ubi goreng dengan dialasi alumunium sebanyak 25 gram
3. Masukkanm ubi goreng kedalam baeker glass
4. Tumbuk ubi goreng kedalam mortal menggunkan pastle hingga halus dan tamabahkan aquadest
5. Aduk sampel ubi gorenng sampai rata
6. Masukkan sampel ubi goreng pada baeker glass sebanyak 50 ml
7. Masukkan sampel ubi goreng kedalam ukur sebanyak 5 ml
8. Tamabahkan reagen pb sebanyak 3 tetes
9. Masukkan sampel pada spectroquant nova 60
10. Baca hasil.
E. Hasil
Pengambilan sampel
Sampel : ubi goreng
Jenis pemeriksaan : timbal (pb)
Tanggal : 04 April 2017
Pukul : 09 : 08 WITA
Tempat : JL. Inspeksi kanal banta bantaeng Makassar
Pemeriksaan sampel
Jenis pemeriksaan : pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng
Tanggal pemeriksaan : 4 April 2017
Pukul : 09:49 WITA
Tempat pemerisksaan : pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
Hasil pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng
Pb = 1,095 × 2
= 2,19 mg/l
F. Hasil Analisa
Pemeriksaan kadar tombal (pb) pada ubi goreng yang sapelnya di ambil di JL. Inspeksi kanal banta bantaeng Makassar. Pada meriksaan tersebut didapat kan kadar timbal sebanyak 2,19 mg/l. dengan metode spectroquant nova dengan pengenceran sebanyak 2 kali. Adanya timbal pada ubi goreng disebabkan oleh beberapa faktor seperti tempat penjualan ubi goreng yang dipinggir jalan, adanya asap kendaraan ataupun debu yang berterbangan, tempat produksi yang kotor dan minyak yang digunakan berulang kali. Faktor tersebut menimbulkan kadar timbal yang tinggi pada ubi goreng .
G. kesimpulan
pada praktikum pemeriksaan kadar timbal (pb) pada ubi goreng dengan menggunakan metode spectroquant nova di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan tanggal 4 April 2017 kadar timbal yang di temukan dengan 2 kali pengenceran sebanyak 2,19 mg/l.
PEMERIKSAAN ARSEN (As)
A. dasar teori Arsen (As)
Arsen, arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga bentuk alotropik; kuning, hitam, dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai pestisida,herbisida, insektisida, dan dalam berbagai aloy.Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering dapat digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Ketika dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yang berbau seperti bau bawang putih. Arsenik dan beberapa senyawa arsenik juga dapat langsung tersublimasi, berubah dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik ditemukan dalam dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik, dengan berat jenis 1,97 dan 5,73.Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia Zarnik yang berarti "orpimen kuning". Zarnik dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh, dan gejala keracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh, tes kimia sensitif untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para penguasa untuk menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi, arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun. Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat campuran tersebut lebih keras.Warangan, yang sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan utama arsen. Arsen membangkitkan penampilanpamor keris dengan mempertegas kontras pada pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi elemen ini di tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan arsenik.
B. Tujuan
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya kandungan arsen dalam udang yang dijual di pasar terong.
C. Alat Dan Bahan
1. Alat
a) Baeker glass
b) Erlenmeyer
c) Glass ukur 5 ml
d) Kertas arsenic test
e) Botol arsenates
f) Neraca digital
g) Mortal dan pastle
2. Bahan
a) Udang
b) Reagen 1
c) Reagen 2
d) aquadest
D. Cara kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Timbang udang dengan dialasi alumunium sebanyak 25 gram
3. Masukkanm udang kedalam baeker glass
4. Tumbuk udang kedalam mortal menggunakan pastle hingga halus dan tamabahkan aquadest
5. Aduk sampel udang yang telah dihaluskan sampai rata
6. Masukkan sampel ubi goreng pada baeker glass sebanyak 50 ml
7. Masukkan sampel udang kedalam ukur sebanyak 5 ml
8. Massukkan sampel udang kedalam kedalam botol arsenates
9. Masukkan reagen 1 dan reagen 2 kedalam botol arsenates yang berisi sampel, kemudian homogenkan
10. Masukkan kertas arsenic test kedalam botol arsenates dan tunggu selama 20 menit
11. Baca hasil, jika kertas arsenic test tdk menglami perubhan warna celupkan kedalam aquadest.
E. Hasil
Pengambilan sampel
Sampel : udang
Tanggal : 03 April 2017
Pukul : 18 : 08 WITA
Tempat : Pasar Terong
Pemeriksaan sampel
Jenis pemeriksaan : pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang
Tanggal pemeriksaan : 4 April 2017
Pukul : 09:49 WITA
Tempat pemerisksaan : pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.
F. Analisa Hasil
Pemeriksaan kadar Arsen (As) pada udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan. Pada Tidak temukan atau nilai arsen 0 (nol) kandunngan arsen dalam udang sehingga sampel yang didapatkan disalah satu pedagan undang tersebut udang yang sebagai sampel aman untuk di komsusmsi. Walau begitu tidak memungkinkan adanya kandugan arsen dalam udang karena adanya pencemaran lingkungan oleh arsen.
G. Kesimpulan
Pemeriksaan kadar Arsen (As) dengan menggunakan metode Kertas arsenic test denga tamabahan reagen 1 dan reagen 2 atau regen bubuk dan kristal pada sampel udang yang dilakukan di (Laboratorium kimia) Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan. Pada Tidak temukan atau nilai arsen 0 (nol).
Laporannya bagus
BalasHapuskenapa kadar pb pada ubi yang tinggi bisa disebabkan penggunaan minyak yg berulang-ulang???tambahkan dalam analisa hasil
BalasHapusSumber literatur tidak ada....